Memahami Peran Media Sosial dalam Pendidikan

Beranda / Edukasi / Memahami Peran Media Sosial dalam Pendidikan
Memahami Peran Media Sosial dalam Pendidikan

Memahami Peran Media Sosial dalam Pendidikan

Berkat kemudahan mengakses internet saat ini, perlu penerapan bagaimana peran media sosial sosial begitu berdampak besar untuk semua kalangan, termasuk pelajar. Harus diakui, pertumbuhan media sosial selama beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan di segala bidang, salah satunya dalam pendidikan.

Media sosial dalam dunia pendidikan secara fungsi sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas, dan pembelajaran bagi guru maupun murid. Melalui media sosial, pengetahuan dan proses belajar tidak hanya berfokus pada akumulasi pengetahuan, tapi juga digunakan sebagai media dalam proses belajar.

Namun, tentu ada tantangan bagi sekolah, guru, dan orang tua untuk memonitor pemanfaatan media sosial pada anak. Diharapkan jangan sampai melupakan kewajiban sebagai pelajar dan malah menghabiskan waktu dengan scrolling media sosial. Artikel ini memaparkan bagaimana media sosial mempengaruhi dunia pendidikan serta cara memaksimalkan peran tersebut ke dalam sistem belajar.

Bagaimana Media Sosial Membantu dalam Pendidikan? 

media-sosial-membantu-dalam-pendidikan

Pemanfaatan media sosial dalam pendidikan berfokus pada seorang individu belajar dengan menjadikan orang lain sebagai subjek belajarnya. Lebih jauh lagi, media sosial tidak hanya mengenai dampak teknologi komunikasi dan informasi, tetapi juga tentang teknologi komunikasi yang diserap dan diadopsi.

Peran media sosial kini banyak terjadi pada proses pendidikan jarak jauh atau e-learning, yakni ketika proses belajar mengajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas, jarak, dan waktu. Lalu, apa saja manfaat media sosial di bidang pendidikan yang kaitannya dalam sistem belajar? Simak berikut ini.

1. Kemampuan Adaptasi dan Kolaborasi

Dengan media sosial, memicu adaptasi murid yang tak hanya sebatas teman satu kelompok, tapi juga soal komunikasi pada murid lain satu kelas atau satu sekolah. Mereka dapat membentuk grup kegiatan belajar dan saling kolaborasi hingga terbentuk manajemen pertemanan yang semakin baik.

Para murid juga bisa mengundang guru untuk bergabung dengan kelompok belajar sehingga bisa memberi masukan. Perlu diketahui, jaringan kelompok belajar tersebut tak harus terbatas pada lingkup sekolah yang sama. Murid bisa berkolaborasi dengan sekolah lain, bahkan bisa dengan murid berbeda negara. Murid akan terdorong untuk menjadi ‘ahli’ dalam keterlibatan aspek internet yang aktivitasnya tidak berinteraksi, tapi juga belajar cara bijak penggunaan media sosial tersebut.

2. Meningkatkan Motivasi Belajar Murid

Dampak positif dari pertemanan murid di media sosial dapat mendorong pengembangan diri yang kaitannya dengan materi pelajaran dan masukan dari teman-teman baru yang terhubung lewat internet. Hal ini tentunya juga berdampak pada peningkatan motivasi belajar murid, yang tadinya kesulitan mencerna pelajaran, menjadi paham karena penjelasan sesama teman.

Selain itu, memulai jaringan kelompok belajar bisa menghemat waktu dan tenaga. Para murid dapat menggunakan aplikasi video conference gratis, seperti Google Hangouts sebagai fasilitas kolaborasi ketika belajar kelompok. Murid yang ingin mengajukan pertanyaan kepada guru atau narasumber lain, dapat memanfaatkan media sosial lain untuk membangun koneksi melalui pertukaran pertanyaan atau jawaban antar pengguna. 

3. Mendukung Materi Belajar

Media sosial juga memberikan peran kepada murid untuk mendapatkan materi pembelajaran lebih lengkap untuk memperluas wawasan. YouTube, misalnya. Platform tersebut membantu menyediakan video dan audio untuk memperjelas materi pembelajaran. Bisa juga media sosial jenis lain, aplikasi obrolan misalnya, yang memungkinkan murid mengirimkan bermacam-macam dokumen, seperti video, reminder, voice note, gambar, data dan lainnya.

Murid-murid bisa secara langsung saling memberikan dan menerima berbagai informasi. Mereka dapat membagikan tips, trik, dan informasi yang berguna untuk bahan pelajaran. Dampak positif jangka panjangnya adalah kemampuan mereka terus meningkat dalam mengakses, menganalisa, dan berbagi informasi seiring berjalannya waktu. Hal tersebut juga perlu diimbangi dengan pengetahuan cara bijak menggunakan media sosial.

Baca juga: Cara Membuat Podcast & Manfaatnya untuk Materi Belajar 

Memaksimalkan Media Sosial untuk Belajar

Melihat bagaimana peran media sosial dalam sistem pendidikan dapat membantu memaksimalkan murid mencari informasi edukatif atau mata pelajaran, di sisi lain cara penggunaannya pun harus diperhatikan. Berikut cara bijak menggunakan media sosial bagi murid untuk belajar.

media-sosial-untuk-belajar

1. Hindari Memberikan Informasi Pribadi

Berhati-hatilah dalam memberikan informasi pribadi. Mengingat, kasus kriminal saat ini bersumber pada informasi pribadi, seperti alamat rumah, jadwal belajar, atau detail kehidupan sehari-hari lainnya. Apalagi jika membagikannya di media sosial, yang bisa melihatnya bisa ratusan hingga jutaan orang. Anda tidak pernah tahu informasi mana yang bisa menjadi sumber masalah dan dimanfaatkan orang untuk hal-hal yang tidak baik.

2. Jauhkan Diri dari Informasi Palsu

Pastikan konten yang dibagikan di media sosial tidak mengandung unsur SARA dan Hoax. SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan) adalah  pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen identitas. Sementara, Hoax adalah pemberitaan palsu yang tidak benar tetapi dibuat seolah-olah benar.

Sebagai murid yang dekat dengan internet, sebaiknya jauhkan diri dari informasi negatif dan informasi palsu. Jika mendapat informasi tertentu, cek kebenarannya terlebih dahulu, kemudian dibagikan ke teman-teman. Bukan hanya untuk berita sehari-hari, tapi juga sebisa mungkin menahan diri mengomentari kehidupan orang lain.

Hal ini bisa menghindarkan diri dari kesulitan di kemudian hari, jika informasi yang terkait dengan mata pelajaran di sekolah malah palsu atau sarat kebencian yang malah meresahkan. Maka dari itu, jika tidak ingin terpapar oleh banyak konten-konten negatif dengan kalimat yang sarat kebencian dan provokatif, temukan dan ikuti akun atau postingan yang bersumber resmi dan positif. 

3. Mencantumkan Sumber Konten

Bijak dalam penggunaan media sosial salah satunya adalah mencantumkan setiap sumber yang diperoleh dari internet ke dalam karya Anda. Terlebih, media sosial dan internet mengandung banyak informasi yang kebenarannya harus kita pilih sendiri. 

Maka dari itu, bagi murid yang mencari informasi mengenai mata pelajaran, dianjurkan untuk selalu mencantumkan sumber konten. Begitu juga dengan guru yang melansir sesuatu dari media sosial ke dalam materi pembelajarannya. Hal ini menjadi etika dasar dalam bermedia sosial. 

Jika guru membuat blog, mencantumkan sumber konten jadi hal yang wajib. Begitu juga dengan murid yang menuliskan tugas-tugas mereka di blog atau murid yang membuat karya tulis, wajib mencantumkan sumber konten yang kredibel.

4. Digunakan untuk Pengembangan Diri

media-sosial-untuk-pengembangan-diri

Banyaknya akun media sosial di dunia ini selain sebagai sumber materi pelajaran, juga bisa dijadikan sarana untuk mengembangkan diri. Murid atau guru dapat membagikan hasil karya atau pandangan terhadap suatu hal di media sosial.

Selain itu, bisa juga menambah wawasan dengan mengikuti kelas online atau mengikuti akun yang membawa dampak positif bagi pengembangan diri. Guru juga bisa membagikan rekomendasi akun-akun pengembangan diri untuk sesama guru atau murid-muridnya.

5. Bangun Jaringan

Peran sosial media dapat membantu membangun jaringan dengan membagikan informasi seputar pendidikan. Baik itu dalam hal sharing materi belajar, beasiswa atau ilmu pengetahuan. Lebih jauh lagi, bisa sambil membangun personal branding yang baik. Hal ini bisa dilakukan murid sehingga bisa menjadi peluang karir di masa depan atau guru yang bisa memberikan informasi edukatif. Caranya, mulailah membangun jaringan dengan pengikut Anda di media sosial.

Selain itu, membangun jaringan bisa juga dengan menyebarkan informasi yang berkaitan dengan sekolah atau kelas. Misalnya, untuk meningkatkan kebanggaan pada sekolah atau kelas bisa dengan membuat Facebook Page, sehingga dapat berbagi berbagai hal seperti foto-foto kegiatan, informasi tentang sekolah, bahkan dapat juga menjual merchandise sekolah secara online.

Sekolah juga dapat memanfaatkan blog maupun Facebook untuk mempromosikan diri. Dengan media sosial, sekolah dapat berhubungan dengan orang tua murid untuk memberikan informasi terkini. Alumni sekolah juga dapat selalu terhubung dan kemudian berkembang menjadi kolaborasi dan lain sebagainya.

Baca juga: 6 Cara Membuat Video Pembelajaran yang Mudah

Media sosial besar peranannya dalam dunia pendidikan. Bisa dilihat dari semakin banyaknya metode yang memanfaatkan media pembelajaran dari media sosial. Penerapan media sosial untuk pembelajaran bisa semakin memicu kualitas belajar jika dimanfaatkan semaksimal mungkin. Meski begitu, media sosial juga memiliki sisi negatif. Diperlukan kontrol dalam penggunaanya dan melakukan penyaringan informasi agar terhindar dari kesalahan dalam proses pembelajaran.