Acer dan Pembelajaran STEAM untuk Mempersiapkan Siswa Berdaya Saing Global

Beranda / Edukasi / Acer dan Pembelajaran STEAM untuk Mempersiapkan Siswa Berdaya Saing Global
Acer dan Pembelajaran STEAM untuk Mempersiapkan Siswa Berdaya Saing Global

Acer dan Pembelajaran STEAM untuk Mempersiapkan Siswa Berdaya Saing Global

Kita bermimpi suatu saat Indonesia bisa menjadi negara maju dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing secara global. Untuk mencapai kondisi tersebut, syarat utamanya tentu saja generasi penerus bangsa harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas secara merata. 

Bicara mengenai kualitas pendidikan, tentu tidak dapat lepas dari konsep dan metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Salah satu konsep pendidikan yang dinilai ideal saat ini STEAM. Bagi seorang pendidik, tentu istilah ini sudah tidak asing lagi. Namun, apa sebenarnya pembelajaran STEAM? Untuk lebih memahaminya, mari kita simak artikel berikut ini. 

Pengertian Pembelajaran STEAM dan Bedanya dengan STEM 

Konsep pembelajaran STEAM adalah konsep pembelajaran aktif, inovatif serta memancing pemikiran kritis yang berlandaskan pada sejumlah ilmu seperti Science, Technology, Engineering, Art and Mathematic. 

Sebelum konsep STEAM diperkenalkan, dunia pendidikan lebih dulu mengenal pembelajaran STEM sebagai pendahulunya. Dalam sekolah yang menggunakan pendekatan STEAM, murid tidak hanya didik untuk menguasai bidang studi penting seperti ilmu pengetahuan, matematika, teknik dan teknologi yang dapat membantunya untuk bersaing dalam dunia pasca-sekolah, melainkan juga memastikan sisi kemanusiaan siswa ikut berkembang melalui disiplin ilmu kesenian (art). 

Sedangkan pada STEM, sekolah lebih menekankan pada penguasaan sains, teknologi, teknik, dan matematika. Berikut adalah perbedaan antara STEM dan STEAM?. 

  1. STEM Tidak Menyertakan kesenian

Seperti disinggung sebelumnya, model pembelajaran STEM tidak menyertakan kesenian (art). Alasannya, subjek kesenian dalam praktek keilmuan dikhawatirkan akan membuat kebingungan murid bahkan memecah fokus disiplin ilmu yang diterima. STEM menilai keilmuan interdisipliner tidak memerlukan kesenian, sebaliknya dalam model pendidikan STEAM kesenian diperlukan untuk menumbuhkan ruang kreativitas dan hal estetis dan sisi kemanusiaan dalam cakupan yang lebih luas.   

  1. STEAM Mengajarkan Interkoneksi Pengetahuan

Jika dalam STEM murid hanya dibentuk menjadi ahli sains atau salah satu keilmuan saja, pada pendekatan STEAM, murid diajarkan untuk menemukan keselarasan antara STEM dengan subjek-subjek lainnya seperti kesenian. Misalnya seorang lulusan sekolah musik yang mempelajari STEAM tidak hanya ahli dalam hal menciptakan musik, tetapi dia akan mampu menciptakan alat musik yang cocok untuk kebutuhan lagunya karena dia memahami teknologi, teknik dan sains.

Keuntungan Pembelajaran STEAM

Banyak praktisi dan pengamat pendidikan menilai pembelajaran STEAM sangat relevan untuk diterapkan di semua sekolah karena sejumlah keunggulan berikut ini:

  1. Keahlian Problem solving  

Matematika menjadi salah satu disiplin utama dalam sekolah yang menerapkan pembelajaran STEAM. Tujuannya agar murid terbiasa berpikir kritis dan sanggup memecahkan berbagai persoalan. Murid yang dididik melalui pendekatan STEAM dinilai lebih mampu untuk belajar dan bekerja secara mandiri.

  1. Kemampuan Kolaborasi yang Lebih Baik 

Kelas yang menggunakan pendekatan STEAM akan menghasilkan siswa dengan pemahaman penting bahwa tidak semua orang yang punya kelebihan di seluruh bidang. Para murid akan menyadari bahwa setiap orang dapat berkontribusi terhadap suatu pekerjaan dengan kelebihannya masing-masing. 

Katakanlah dalam kelas STEAM murid sedang bekerja untuk melakukan coding pda aplikasi sederhana. Seorang murid mungkin memiliki kelebihan dalam mempelajari bahasa pemrograman, ada juga murid yang unggul dalam kreativitas yang mampu membuat logo atau mencetuskan nama aplikasi dan ada pula murid yang memiliki kelebihan dalam hal leadership yang mampu menjadi manajer proyek tersebut. 

  1. STEM Tidak Lagi Menakutkan

Sekolah yang mengadopsi pembelajaran STEAM dapat membantu menumbuhkan minat murid terhadap disiplin Sains, Technology, Engineering dan Math (STEM) bahkan pada murid yang tidak memiliki bakat dalam disiplin tersebut. Pembelajaran STEAM yang diterapkan secara tepat membuat STEM tidak lagi menjadi subjek yang mengintimidasi 

  1. Kemampuan Berpikir Out of The Box 

Murid yang mempelajari seluruh disiplin ilmu dalam STEAM, akan lebih cepat dalam menemukan sebuah solusi atas permasalahan. Alasannya karena STEAM melihat seluruh disiplin ilmu bukan sebagai subjek yang terpisah melainkan saling terhubung. Hal inilah yang merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. 

  1. Pengetahuan Dapat Diaplikasikan dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kelas yang menggunakan pendekatan STEAM, tidak akan ada murid yang bertanya pada guru apa manfaat mempelajari mata pelajaran tersebut karena kita tidak akan menggunakannya dalam kehidupan nyata. Dalam Pembelajaran STEAM, guru akan selalu menggunakan permasalahan yang dihadapi dalam dunia kerja nyata sebagai sebuah studi.

Baca lagi: Meningkatkan Minat Siswa Mempelajari Mulok dengan Bantuan VR

Sejumlah Sekolah yang Menggunakan Kurikulum STEAM 

Tertarik menggunakan kurikulum STEAM tapi masih ragu bagaimana mengaplikasikannya di sekolah? Anda mungkin bisa belajar dari sejumlah sekolah yang telah lebih dahulu menerapkan model pembelajaran STEAM. 

Sampoerna Academy

Sekolah internasional yang berlokasi di Jakarta ini mengadopsi kurikulum STEAM yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa untuk bersaing secara internasional. Sebagaimana dikutip dari situs resmi sekolah, metode pembelajaran STEAM di Sampoerna Academy mencakup disiplin Sains, Teknologi, Teknik (Engineering), Seni (Arts), dan Matematika. 

Melalui STEAM, siswa diasah untuk berpikir secara kritis dengan belajar memecahkan dan menelaah masalah menggunakan perangkat teknologi dan strategi belajar kolaboratif yang kreatif, menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Di Sampoerna Academy, metode ini membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang cerdas serta  berkemampuan sosial dan komunikasi yang baik.

Melalui pembelajaran STEAM, Sampoerna Academy memastikan sekolah bukan hanya tempat untuk mengajarkan ilmu akademik tetapi juga membentuk Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity dan Character yang juga disebut sebagai 5C.

SMP Batik Surakarta

Salah satu sekolah swasta terbaik di Surakarta ini merupakan salah satu pioner yang menerapkan pembelajaran STEAM. Di SMP Batik Surakarta, total terdapat empat kelas yang menggunakan pendekatan STEAM. Seperti dikutip dari Solopos, Kepala SMP Batik Surakarta, Ceket Palupi Suroso, mengatakan metode STEAM mendorong siswa memiliki kemampuan komplet, mulai keterampilan, inovasi, penguasaan teknologi, informasi dan media serta kemampuan memecahkan masalah.

Di kelas berbasis STEAM siswa tidak hanya duduk mendengar guru menerangkan materi di kelas, tapi aktif terlibat dalam proyek-proyek pembelajaran. Contohnya seperti Merancang jembatan dengan sedotan, membuat boneka robot dari barang bekas hingga membuat rangka pesawat dari stik es krim.

Baca lagi: Mengenal Singapore Math, Salah Satu Metode Pembelajaran Matematika Terbaik

Peran Acer for Education dalam Pembelajaran STEAM 

Teknologi memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Pelajar sekolah perlu mengetahui cara mengoperasikan aplikasi, komputer dan perangkat lainnya bukan hanya karena peralatan tersebut digunakan di dalam kelas, tetapi juga dalam dunia kerja kelak. 

Dalam pembelajaran STEAM, teknologi tidak hanya menjadi salah satu bidang studi, melainkan berperan sebagai media yang membuat siswa terlibat dalam proyek pembelajaran yang interaktif. Teknologi edukasi memungkinkan siswa mempelajari STEAM dalam berbagai aplikasi penting.

Nah, bagi sekolah yang ingin ikut menerapkan pembelajaran STEAM, Acer for Education memiliki sejumlah solusi yang dapat membuat pembelajaran STEAM di sekolah berjalan lancar. Acer for Education tidak hanya dapat menyediakan perangkat teknologi pendukung seperti laptop, chromebook, monitor hingga proyektor dengan harga terjangkau, melainkan menawarkan solusi pembelajaran digital melalui Jelajah Ilmu

Jelajah Ilmu merupakan platform yang menggabungkan pembelajaran digital standar internasional dengan kurikulum Kemendikbud dan dikemas dalam bahasa Indonesia agar memudahkan penggunanya. Jelajah Ilmu adalah sebuah solusi pendidikan berbasis teknologi untuk jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA. 

Jelajah Ilmu menawarkan solusi pembelajaran digital yang komprehensif bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan mulai dari guru, murid, orang tua, dan kepala sekolah. Pada Jelajah Ilmu sudah tersedia materi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi presentasi pengajaran harian, bank soal, buku digital dalam bentuk buku petunjuk guru dan buku siswa dari penerbit terkemuka sehingga guru bisa menghemat waktu untuk pekerjaan administrasi dan fokus mengembangkan materi dan metode belajar kreatif dan berkualitas. 

Guru dibantu untuk lebih berperan sebagai fasilitator, sehingga dapat menghasilkan interaksi yang lebih baik. Kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, baik secara online, tatap muka, maupun hybrid. 

Semua ini dapat diimplementasikan dengan mudah, tanpa perlu infrastruktur tambahan. Jelajah Ilmu memudahkan interaksi antara guru, murid, kepala sekolah dan orang tua di dalam satu platform yang sama. Guru dapat mengajar, memberikan dan menilai tugas murid serta memantau perkembangan pembelajaran secara realtime. Kepala sekolah dapat memantau seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah. Orang tua juga tidak kalah pentingnya dalam proses akademik anak. Jelajah Ilmu membantu orang tua untuk dapat memantau seluruh kegiatan anak mereka di kelas. 

Bagi Anda yang tertarik menggunakan sekian solusi di atas untuk pelaksanaan hybrid learning di sekolah, segera hubungi Acer for Education sekarang untuk mendapatkan informasi serta penawaran selengkapnya.