Menciptakan Ruang Belajar di Rumah yang Kondusif

Beranda / Edukasi / Menciptakan Ruang Belajar di Rumah yang Kondusif
Menciptakan Ruang Belajar di Rumah yang Kondusif

Menciptakan Ruang Belajar di Rumah yang Kondusif

Ruang belajar di rumah kini vital keberadaannya. Pandemi membuat pemerintah memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Murid dan guru pun diharuskan untuk beradaptasi dengan kegiatan belajar mengajar tanpa tatap muka secara langsung. Maka dari itu, dibutuhkan dukungan orang tua murid, terutama tentang kenyamanan belajar selama di rumah.

Suasana belajar kondusif mendorong anak belajar di rumah dengan baik. Harus diakui, di awal-awal kebijakan PJJ diberlakukan, belajar di rumah memang terasa menyenangkan. Akan tetapi, lama kelamaan bisa memunculkan rasa membosankan. Nah, salah satu cara mengatasinya dengan menciptakan ruang belajar di rumah yang kondusif sekaligus menyenangkan.

Artikel ini akan jelaskan tips untuk murid dan orang tua sebagai pembimbing dalam menciptakan ruang belajar di rumah yang kondusif dan nyaman selama belajar online

1. Tentukan Ruang Belajar di Rumah bersama Anak

Menciptakan ruang belajar di rumah dimulai dengan menentukan ruangan mana yang cocok untuk digunakan. Tentunya pilih ruangan yang bersih dan terawat dengan pencahayaan yang optimal untuk meningkatkan konsentrasi dan fokus selama belajar.

Libatkan anak saat memilih ruang belajar, seperti kamar, ruang tamu, ruangan keluarga, atau di mana pun selama anak merasa nyaman. Bila sudah memilih, orang tua harus memastikan tidak ada distraksi yang akan mengganggu, seperti TV atau mainan.

Setelah itu, bantu anak dalam menata ruang belajar, seperti letak buku pelajaran dan alat tulis di tempat yang mudah diraih. Tempat yang terawat rapi akan memunculkan rasa nyaman. Dianjurkan ruangan yang memiliki meja belajar yang bersih. Kemudian, memiliki hawanya tidak terlalu dingin atau panas. 

Jika anak memilih belajar di ruang keluarga, pastikan orang tua bisa memantau tanpa mengganggu mereka.

2. Tentukan Waktu Belajar

Setelah menentukan ruang belajar di rumah, tentukan berapa lama waktu yang akan dihabiskan anak untuk belajar. Hal ini akan penting untuk memantau pendidikan mereka, terutama bagi orang tua yang memiliki lebih dari satu anak.

Waktu belajar bisa disesuaikan dengan jadwal belajar online dari sekolah, bisa juga ditambah dengan rancangan sendiri sesuai dengan materi dan usia mereka. Selain itu, berikan waktu jeda 30 menit hingga 1 jam sebelum mempelajari materi selanjutnya untuk menghindari kejenuhan atau stres karena dituntut berpikir terus menerus.

Menentukan waktu belajar juga penting demi ketenangan lingkungan belajar anak. Tips ini juga menghindari anak dari gangguan-gangguan di rumah. Misalnya, anak memilih belajar di ruang keluarga, tapi saat waktu belajarnya malah ada anggota keluarga yang bebas menonton televisi atau menyetel musik terlalu kencang.

3. Sediakan Kebutuhan Belajar

Tak ada salahnya bagi orang tua membantu menyediakan kebutuhan belajar anak. Bisa dimulai dari mempersiapkan segala kebutuhan belajar, seperti alat tulis, buku, hingga jaringan internet. Tujuannya, agar anak lebih fokus belajar dan dapat menyerap materi yang diperoleh dengan maksimal.

Kemudian, orang tua juga bisa membantu anak menyiapkan materi yang akan dipelajari sebelum belajar dimulai. Atau membantu anak kembali mempelajari materi yang dipelajari di sekolah online.

Baca juga: Tips Belajar Online di Rumah untuk Murid dan Orang Tua

4. Siapkan Camilan

Dukungan orang tua dalam proses belajar anak tidak hanya sampai pada ruangan saja. Dibutuhkan perhatian lain, seperti kondisi perut anak. Tipsnya, dengan menyediakan camilan.

Belajar di rumah memang rentan rasa membosankan, apalagi jika keadaan perut lapar. Hal itu bisa menjadi pengganggu yang membuyarkan fokus anak ketika belajar. Maka dari itu, siapkan cemilan yang bergizi untuk membantu otak anak bekerja optimal, seperti buah-buahan, susu, atau jus.

5. Menyajikan Sumber Belajar yang Menarik

Demi mencegah rasa bosan, orang tua bisa mengenalkan berbagai macam metode pembelajaran yang menarik dan seru untuk diikuti. Terutama untuk anak-anak yang masih TK atau SD.

Belajar bukan berarti hanya menghafal dan mengerjakan soal saja. Orang tua bisa membantu menjelaskan materi dengan metode praktikum kecil-kecilan. Selain itu, bisa juga belajar menggunakan sarana multimedia dengan konten gambar atau video agar anak tidak merasa bosan.

6. Belajar sambil Bermain

Ada tips lagi untuk menciptakan suasana belajar di rumah yang menyenangkan, yaitu belajar sambil bermain. Di zaman modern saat ini, belajar tidak melulu dengan metode kuno. Orang tua bisa membantu anak dengan belajar sambil bermain, seperti kuis online

Selain itu, orang tua juga bisa mengajak anak untuk belajar di taman atau ruang terbuka lainnya, sambil memberi contoh nyata dari materi yang diajarkan di sekolah. Dengan menciptakan suasana belajar yang kreatif, anak akan berpikir bahwa belajar bukan sesuatu yang membosankan.

7. Perhatikan Gaya Belajar Anak

Gaya belajar tiap anak berbeda-beda. Ada yang harus di tempat sunyi, ada yang senang sambil mendengarkan musik, ada juga yang senang dengan gambar atau video. Hal ini tentu perlu jadi perhatian para orang tua. Mengingat, gaya belajar dapat menentukan hasil belajar. 

Namun, perlu diperhatikan juga jika anak senang belajar sambil mendengarkan musik atau video, bukan berarti mereka bebas menggunakan gadget saat belajar. Semua perlu dikontrol orang tua, karena khawatir anak justru akan teralih perhatiannya akan gadget ketimbang materi pelajaran.

Baca juga: 5 Cara Memanfaatkan Teknologi untuk Pendidikan

Seseorang mencapai hasil yang terbaik kadang berawal dari melakukan atau dukungan hal-hal kecil. Seperti dukungan orang tua atas ruang belajar di rumah yang nyaman. Belajar di rumah memang tidak perlu dilakukan terlalu serius, tapi orang tua juga bisa tetap menerapkan aturan sehingga belajar lebih kondusif.