Memahami Project Based Learning, Metode Pembelajaran untuk Melatih Kemandirian

Beranda / Edukasi / Memahami Project Based Learning, Metode Pembelajaran untuk Melatih Kemandirian
Memahami Project Based Learning, Metode Pembelajaran untuk Melatih Kemandirian

Memahami Project Based Learning, Metode Pembelajaran untuk Melatih Kemandirian

Project Based Learning (PBJ) atau pembelajaran berbasis proyek adalah metode pembelajaran yang mendorong murid untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Pemberian proyek-proyek tersebut melibatkan tantangan dan masalah yang dapat mereka hadapi di dunia nyata.

Metode pembelajaran ini cocok untuk diterapkan murid sejak usia dini dalam pelaksanaan kelas daring. Metode yang bersifat student-centered pedagogy ini memungkinkan murid untuk terus berinovasi secara mandiri dalam proses belajar  meski hanya dari rumah.

Lalu, apa pentingnya penerapan metode pembelajaran Project Based Learning ini? Mari simak pengertian, karakteristik, dan manfaatnya dalam proses belajar.

Definisi Project Based Learning

definisi-project-based-learning

Project Based Learning adalah metode pembelajaran yang menggunakan desain, pengembangan, dan penyelesaian proyek sebagai inti pembelajaran. Model ini melibatkan murid dalam kegiatan pemecahan masalah, sekaligus memberikan peluang mereka untuk mengkonstruksi belajar mereka sendiri.

Seperti tertuang dalam Permendikbud No. 20 tahun 2014, Project Based Learning ini merupakan model pembelajaran inovatif yang melibatkan kerja proyek. Murid bekerja secara mandiri dalam mengkonstruksi pembelajarannya dan mengkombinasikannya dalam produk nyata.

Metode ini juga akan melatih murid untuk bisa berpikir kritis dan mengaplikasikan problem solving dalam pengambilan keputusan. Lebih jauh lagi, metode ini dapat  menanamkan pentingnya literasi sebagai basis berpikir kritis tersebut.

Baca Juga: 4 Perangkat Pendukung Belajar, Solusi dari Acer untuk Edukasi

Karakteristik dalam Project Based Learning

Terdapat beberapa karakteristik dari model pembelajaran Project Based Learning yang menyebabkan model ini berbeda dengan pembelajaran yang lain. Apa saja? Berikut daftarnya dihimpun dari berbagai sumber.

  • Memfokuskan murid pada pertanyaan, tantangan, atau masalah terbuka yang besar untuk diteliti, ditanggapi, hingga dipecahkan.
  • Murid melakukan refleksi mengenai kegiatan yang dilakukan secara berkala. Hal ini dapat mengajarkan apa harus diketahui, dipahami, dan dapat dilakukan oleh murid.
  • Murid mendesain suatu proses yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah atau tantangan yang diajukan oleh guru.
  • Menggunakan keterampilan, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Murid bekerja secara kolaboratif dengan murid lain untuk bertanggung jawab terhadap proyek pemecahan masalah tersebut.
  • Murid sebagai perancang hasil secara teratur dapat melihat kembali apa yang mereka kerjakan.
  • Proses evaluasi dalam model pembelajaran Project Based Learning dilakukan secara berkelanjutan.
  • Hasil akhir dari kegiatan belajar dilakukan penilaian secara kualitatif. Hasil ini menuntut murid untuk mempresentasikan masalah, proses penelitian, metode, dan hasil mereka. Karakteristik ini semakin lengkap jika kelas mempunyai atmosfer yang memberi toleransi kesalahan dan mendorong perubahan positif.

Manfaat dari Project Based Learning

manfaat-project-baesd-learning

Ada beberapa manfaat dari implementasi Project Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Proyek, sebagai berikut:

1. Meningkatkan motivasi belajar siswa

Project Based Learning mendorong murid berhadapan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini akan memunculkan motivasi dan pemikiran orisinil mengenai permasalahan tersebut.

2. Meningkatkan kecakapan murid dalam pemecahan masalah

Ketika murid dihadapkan dengan berbagai masalah, dengan cepat mereka akan mendapatkan pencarian solusi yang tepat. Semakin lama, mereka akan semakin paham bagaimana jalan keluar atau pemecahan masalahnya. Bahkan bisa memproyeksikan kemungkinan-kemungkinan lain dari permasalahan yang dihadapinya.

3. Memunculkan pemikiran kreatif dan kritis

Dari pemikiran orisinil dan pemecahan masalah yang ditemukan, murid akan terlatih pada pemikiran kreatif mengenai cara menyelesaikan masalah. Apalagi di zaman perkembangan teknologi sekarang, banyak alat yang bisa dimanfaatkan sebagai media pemecahan masalah yang bisa digunakan. Dari pemikiran kreatif tersebut akan memunculkan pemikiran kritis.

4. Meningkatkan keterampilan kolaborasi

Merujuk pada salah satu karakteristik Project Based Learning, murid diharapkan bekerja secara kolaboratif dengan murid lainnya dalam mengerjakan suatu proyek, baik mengenai pembagian struktur kerja, rumusan masalah, aksi, dan lainnya. Kolaborasi yang terjalin akan memunculkan keterampilan dalam berkomunikasi dan pengambilan keputusan bersama.

5. Melatih manajemen sumber daya

Proyek yang dikerjakan oleh murid akan dihadapi oleh mereka sendiri, baik yang sifatnya individu atau kolaboratif. Pasalnya, mereka melihat proyek itu sebagai sebuah tantangan yang harus diselesaikan. Maka dari itu, dia harus belajar mengelola segala hal berkaitan dengan penyelesaian proyek yang dikerjakan.

Baca Juga: Memahami Peran Media Sosial dalam Pendidikan

Dari perspektif guru, Project Based Learning menawarkan kegiatan otentik berbasis penyelidikan bagi murid untuk mengakses konten, berbagi ide, dan meninjau kembali pemikiran mereka sendiri. Singkatnya, metode ini adalah tentang proses, sementara proyek adalah produk yang muncul di akhir. 

Project Based Learning menuntut murid untuk tidak hanya untuk mengumpulkan sumber daya, mengatur pekerjaan, dan mengelola kegiatan jangka panjang, tetapi juga untuk berkolaborasi, merancang, merevisi, serta berbagi ide dan pengalaman mereka.