Kenali Lebih Jauh tentang Media Pembelajaran Online

Beranda / Edukasi / Kenali Lebih Jauh tentang Media Pembelajaran Online
Kenali Lebih Jauh tentang Media Pembelajaran Online

Kenali Lebih Jauh tentang Media Pembelajaran Online

Media pembelajaran secara online memiliki peranan penting sebagai sarana untuk menyalurkan pesan pembelajaran. Hakikatnya, media pembelajaran layaknya proses komunikasi untuk membantu keaktifan proses belajar, membangkitkan motivasi siswa, meningkatkan pemahaman, serta menyajikan data dengan menarik dan terpercaya. 

Pada era serba digital saat ini, media pembelajaran juga sejatinya mengikuti zaman. Peran teknologi mendorong instansi pendidikan untuk beradaptasi dan berinovasi, terutama kaitannya dengan media pembelajaran yang menggunakan perangkat digital dan dilakukan secara online.

Tentunya, hal tersebut dibutuhkan karena bisa jadi solusi tepat di masa pandemi COVID-19 ketika lembaga pendidikan harus melakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh. Ditambah, langkah ini mendukung masifnya Revolusi Pendidikan 4.0.

Lalu, seberapa penting penerapan media pembelajaran online? Bagaimana dampak positif dan negatif untuk murid saat ini? Simak artikel ini lebih lanjut.

Apa Itu Media Pembelajaran Online?

Banyak jenis media pembelajaran yang tersedia. Seperti di era digital saat ini, internet tidak hanya untuk mencari informasi, melainkan sebagai media pembelajaran. Internet memberikan perubahan besar pada cara orang berinteraksi, bereksperimen, dan berkomunikasi. Internet menjadi media pembelajaran online jarak jauh yang kini digemari. Para pendidik dan murid bisa berinteraksi layaknya di kelas meski berada di tempat berbeda.

Jenis media pembelajaran online ada tiga macam, apa saja?

  • Pertama, Web Supported E-Learning yang dilakukan secara tatap muka. Pembelajaran tersebut berisi rangkuman, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan disertai tes singkat dalam website.
  • Kedua, Blended Or Mixed Mode E-Learning yang dilaksanakan secara hybrid. Dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi secara online. 
  • Ketiga, Fully Online E-Learning Format yang saat ini sudah banyak dilakukan, yaitu tatap muka antara guru dan murid secara online dan biasanya memakai video conference.

Selain itu, ada juga Learning Management System (LMS) yang dapat mendukung pembelajaran dari perencanaan program, pengajaran virtual, hingga forum diskusi untuk para murid. Melalui LMS, lembaga pendidikan dapat membuat kelas dan mendistribusikannya kepada murid, hingga catatan penilaian belajar secara online.

Baca juga: Kembali Gandeng Acer, STT PLN Meningkatkan Fasilitas Pendidikan dan SDM

Seperti Apa Ciri-cirinya?

Ciri-ciri media pembelajaran online ditandai dengan kecepatan informasi dan internet. Peristiwa yang Anda temui bisa langsung diunggah dalam hitungan detik atau menit. Sementara media konvensional seperti media cetak membutuhkan waktu lebih lama dalam publikasi.

Mengingat informasi diproses secara digital, dan selama masih terhubung dengan internet, informasi bisa diperbarui secara realtime dan terus menerus. Keadaan ini juga bisa memaksimalkan fungsi interaktif yang tidak dimiliki media konvensional. Media pembelajaran online juga memungkinkan pendidik berinteraksi dengan audiens dengan fitur email, obrolan daring, survei, dan kolom komentar.

Ciri selanjutnya, karena media pembelajaran online memanfaatkan teknologi komputer, semua informasi yang sudah dipublikasikan akan tersimpan secara digital. Maka, pelajaran atau materi yang dimiliki tidak perlu khawatir akan hilang. Terlebih, saat ini sudah ada teknologi penyimpanan cloud atau komputasi awan yang memungkinkan pengguna mengakses atau menyimpan file jarak jauh.

Pada media pembelajaran online, semua informasi yang disajikan bisa dikaitkan dengan sumber lain yang relevan di komunitas atau seluruh dunia. Dengan penggunaan Hyperlink, Anda bisa membuka informasi lain dengan satu klik saja.

Tentunya, hal ini juga harus disertai dengan pengetahuan tentang kebenaran sebuah informasi agar tidak terjebak hoaks. Maka, murid juga memerlukan literasi digital, yang artinya memiliki kecakapan untuk menggunakan media digital atau alat komunikasi, dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi.

Literasi digital juga melibatkan kemampuan bersosialisasi dan memiliki sikap berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif sebagai kompetensi digital. Maka dari itu, murid butuh dukungan dari guru dan keluarga.

Bagaimana Dampaknya untuk Murid?

Kegunaan media pembelajaran pada dasarnya untuk membantu merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan murid dalam mempelajari sesuatu. Dengan adanya media pembelajaran online, memudahkan murid untuk mengakses informasi dari perpustakaan atau database materi di mana saja dan tidak terbatas kelas. Karena informasi yang terus update, dampak positifnya bisa memperluas cakrawala, tidak hanya di sekolah kota besar tapi juga di sekolah pedesaan.

Para murid juga bisa bertukar ide dalam percakapan online dengan siswa lain di luar kota atau luar negeri, atau dengan para ahli bidang studi tertentu. Kemudahan ini bisa jadi efisiensi dan solusi dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti sekarang ini.

Dengan fitur obrolan daring seperti email, murid atau guru bisa merespons sesuai kenyamanan waktu masing-masing. Adanya fungsi rekaman juga menjadi arsip para murid untuk mempelajari ulang materi yang sudah disampaikan. 

Di samping dampak positif, ada juga dampak negatif dari media pembelajaran online. Mengingat kemudahan dari mengakses informasi di internet, kontrol terhadap umur materi jadi keprihatinan. Selain itu, etika hak cipta karya yang bias, karena murid bisa mengunduh semua materi dan menduplikasinya.

Baca juga: Laptop TravelMate B114-21, Teman Belajar yang Tangguh dan Bisa Diandalkan

Kemudian, internet yang semakin cepat juga menunjang pertumbuhan situs. Sementara, tidak semua situs dianggap kredibel. Makanya, beberapa universitas atau perusahaan menyediakan website resmi yang terkait pendidikan untuk memudahkan pencarian terkait.

Prinsip dalam media pembelajaran online yang harus diperhatikan adalah penggunaan media harus dari sudut pandang kebutuhan murid, selain itu juga harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siswa. Mengingat bahwa media dapat digunakan untuk mempermudah murid belajar dalam upaya memahami materi pelajaran secara cepat.