Program Guru Penggerak 2022, Ini Syarat dan Keuntungan yang Diperoleh Guru

Beranda / Edukasi / Program Guru Penggerak 2022, Ini Syarat dan Keuntungan yang Diperoleh Guru
Program Guru Penggerak 2022, Ini Syarat dan Keuntungan yang Diperoleh Guru

Program Guru Penggerak 2022, Ini Syarat dan Keuntungan yang Diperoleh Guru

Saat ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) tengah mengadakan Program Guru Penggerak (PGP) yang diperuntukan bagi guru TK, SD, SMP, dan SMA..

PGP sendiri merupakan program pelatihan yang diberikan kepada guru sebagai upaya untuk memberikan dampak nyata pembelajaran di kelas agar menjadi lebih menyenangkan dan bukan menjadi pendidikan dan pelatihan (diklat) biasa saja.

Sementara guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menjadi ujung tombak perubahan pendidikan untuk membantu transformasi budaya sekolah kepada pembelajaran. Guru penggerak nantinya akan mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya. 

Dengan tujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi dalam ekosistem pendidikan, demi mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Lalu, bagaimana cara menjadi guru penggerak dan seperti apa persyaratannya? Yuk, simak pembahasan tentang guru penggerak berikut ini. 

Baca Juga: Beasiswa untuk Guru: Nama Program, Syarat, Tips Menulis Esai Beasiswa

Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 6 & Syarat Guru Penggerak

Program Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan yang diperuntukan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.  Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama sembilan bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama pelaksanaan, guru akan tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.

Menurut Mendikbud-Ristek Nadiem Anwar Makarim, Program Guru Penggerak bukan hanya sekadar program pelatihan yang hanya melatih cara mengajar guru saja. Namun, program ini bertujuan untuk membuka pemikiran peserta agar secara mandiri dapat bereksperimen dan percaya diri mengikuti instingnya dalam menciptakan format pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga para murid pun akan dapat merasakan perbedaan pembelajaran yang diberikan oleh guru penggerak di kelas.

Sementara itu, Program Guru Penggerak sendiri telah dilaksanakan sejak tanggal 15 Juni 2020 yang dilakukan di 56 daerah berbeda di Indonesia dengan jumlah kapasitas jumlah calon guru penggerak angkatan pertama sebanyak 2800 peserta. 

Pada awalnya, seleksi Program Guru Penggerak hanya dibuka untuk  guru TK, SD, SMP, dan SMA. Kebijakan tersebut berlaku untuk seleksi angkatan pertama, kedua, dan ketiga.  Akan tetapi, sejak pembukaan angkatan Program Guru Penggerak keempat, guru TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB diperbolehkan untuk mendaftar mengikuti Program Guru Penggerak yang diselenggarakan oleh Kemdikbud tersebut.

Saat ini Program Guru Penggerak sendiri tengah bersiap membuka angkatan keenam yang akan dilakukan pada tanggal 15 Januari 2022, sementara pendidikannya akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Agustus 2022. 

Baca Juga: Rekomendasi Laptop Acer Terbaik untuk Profesi Guru

Adapun persyaratan yang harus dimiliki oleh guru sebelum mendaftar Program Guru Penggerak antara lain:

Kriteria Umum

  1. Calon peserta merupakan guru di jenjang pendidikan TK, SD, SMP, atau SMA.
  2. Calon peserta merupakan Guru PNS maupun Non PNS baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta.
  3. Calon peserta harus memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
  4. Calon peserta memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4.
  5. Calon peserta memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun. Calon guru penggerak diharapkan sudah memiliki pengalaman belajar dan telah menerapkan pembelajaran aktif yang berorientasi pada murid.
  6. Calon peserta memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun. Kriteria ini bertujuan untuk memastikan bahwa guru penggerak memiliki waktu yang cukup untuk mengimplementasikan kemampuan yang diperoleh dari Program Pendidikan Guru Penggerak, serta dapat menjalankan peran sebagai guru penggerak di sekolah maupun di wilayahnya. 
  7. Calon peserta harus memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi guru penggerak.
  8. Calon peserta Program Guru Penggerak tidak sedang mengikuti kegiatan diklat CPNS, PPG, atau kegiatan lainnya yang dilaksanakan secara bersamaan dengan proses rekrutmen dan pendidikan guru penggerak.

Kriteria Seleksi

  1. Menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid.
  2. Memiliki kemampuan untuk fokus pada tujuan.
  3. Memiliki kompetensi menggerakkan orang lain dan kelompok.
  4. Memiliki daya juang (resilience) yang tinggi.
  5. Memiliki kompetensi kepemimpinan dan bertindak mandiri.
  6. Memiliki kemampuan untuk belajar hal baru, terbuka pada umpan balik, dan terus memperbaiki diri.
  7. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan efektif dan memiliki pengalaman mengembangkan orang lain.
  8. Memiliki kedewasaan emosi dan berperilaku sesuai kode etik.

Kemudian calon peserta Program Pendidikan Guru Penggerak juga harus mempersiapkan beberapa hal, seperti:

  • Membaca semua informasi yang ada pada laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/.
  • Mengunduh surat rekomendasi dan surat dukungan.
  • Mempersiapkan sambungan internet cadangan.
  • Dapat mengikuti seleksi daring dengan menggunakan komputer atau laptop yang dilengkapi dengan fitur kamera video. Dalam hal  ini smartphone tidak disarankan untuk digunakan selama proses seleksi daring.
  •  Jika diperlukan calon peserta dapat menyiapkan peralatan yang memadai untuk melakukan konferensi video, seperti handsfree atau headset.

Itu dia beberapa persyaratan dan hal-hal yang perlu diperhatikan serta disiapkan oleh calon peserta Program Pendidikan Guru Penggerak sebelum mendaftarkan diri.

Jika anda berminat untuk mendaftarkan diri sebagai guru penggerak, pastikan anda mengecek kembali seluruh persyaratan dan hal-hal yang harus dipersiapkan agar dapat mengikuti proses seleksi dengan baik.

Baca Juga: Berapa Rasio Guru-Murid dan Jumlah Siswa dalam Kelas yang Ideal?

Tugas Guru Penggerak dan Keuntungan yang Diperoleh

Seperti apa tugas yang harus dilakukan oleh seorang guru penggerak yang berhasil lulus Program Guru Penggerak? 

Menurut Kemdikbud, guru penggerak memiliki beberapa peranan penting sebagai ujung tombak pendidikan di Indonesia. Berikut adalah beberapa peran yang dilakukan oleh guru penggerak yang telah lulus PGP.

  1. Menggerakan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya.
  2. Menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah.
  3. Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah. 
  4. Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaboratif antara guru dan pemangku kepentingan, baik di dalam dan luar sekolah, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
  5. Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.

Sementara itu, peserta Program Guru Penggerak yang dinyatakan lolos seleksi dan menjadi guru penggerak akan mendapatkan beberapa keuntungan atau benefit seperti berikut ini.

  1. Peserta yang berhasil lolos akan mendapatkan pendidikan guru penggerak selama sembilan (9) bulan dan memperoleh pengembangan kompetensi dalam lokakarya bersama. 
  2. Peserta dapat meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid. 
  3. Peserta akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan Pengajar Praktik profesional selama masa pelaksanaan program.
  4. Peserta dapat memperoleh pengalaman belajar mandiri dan kelompok terbimbing, terstruktur, dan menyenangkan.
  5. Peserta dapat memperoleh pengalaman belajar bersama dengan rekan guru lainnya yang sama-sama lolos seleksi Program Guru Penggerak.
  6. Peserta dapat memperoleh pengalaman bimbingan atau mentoring dari pengajar praktik (pendamping) pendidikan guru penggerak.
  7. Peserta akan mendapatkan komunitas belajar baru.
  8. Peserta yang telah lulus Program Guru Penggerak akan mendapatkan sertifikat pendidikan 360 JP dan Piagam Guru Penggerak.

Di sisi lain, Ditjen GTK juga akan mendorong lulusan Program Guru Penggerak untuk dapat memperoleh prioritas dalam menempati posisi strategi di lembaga pendidikan. Hal ini juga diungkapkan oleh Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dalam pembukaan Dialog Pendidikan Program Guru Penggerak yang dilakukan secara virtual pada Kamis (5/8/2021).

Nadiem menyebutkan bahwa Kemdikbud merancang regulasi yang mendukung dan memastikan bahwasanya alumni Program Guru Penggerak akan benar-benar mendapatkan prioritas dan kesempatan pertama di posisi kepemimpinan.

Namun demikian, informasi yang diberikan Kemdikbud maupun situs Guru Penggerak tidak mencantumkan berapa gaji guru penggerak. Akan tetapi, peserta yang berhasil lolos seleksi Program Guru Penggerak akan mendapatkan beberapa insentif, yaitu menerima bantuan paket data untuk melakukan pelatihan daring yang dilakukan selama masa pendidikan dan pendampingan.  Selain itu, peserta juga akan memperoleh biaya transportasi, konsumsi, dan akomodasi jika diperlukan untuk pelaksanaan lokakarya yang disesuaikan dengan kebutuhan.